Saya
ingin mengajak Anda, para pembaca, tamasya sejenak ke sebuah ruangan. Sebutlah
bilik persegi yang cukup lapang, namun dingin dan kelam. Dinding-dindingnya
terbuat dari baja, tanpa jendela dan kedap suara. Anda duduk di satu kursi yang
nyaris tersandar pada sebidang dinding. Sebuah meja teronggok kurang lebih lima
meter jauhnya di hadapan Anda.
Seseorang kemudian masuk melalui satu-satunya pintu di ruangan itu. Ia meletakkan sebuah bungkusan di atas meja. Ketika Anda bertanya, apa isi bungkusan tersebut? Ia menjawab: isinya adalah ketakutan terbesar Anda.
Seseorang kemudian masuk melalui satu-satunya pintu di ruangan itu. Ia meletakkan sebuah bungkusan di atas meja. Ketika Anda bertanya, apa isi bungkusan tersebut? Ia menjawab: isinya adalah ketakutan terbesar Anda.